MELAWI – Kehadiran Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dalam pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Melawi ke-18 Tahun 2026 mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ribuan warga yang memadati Stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan, Nanga Pinoh, Kamis (28/5/2026), menyambut kedatangan tokoh Dayak asal Kalimantan Barat tersebut dalam suasana penuh semangat kebersamaan.
Setibanya di lokasi acara, Lasarus menjalani rangkaian prosesi adat sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat Dayak. Ia disambut dengan tarian adat, pengalungan syal Dayak, hingga tradisi adat yang menjadi bagian dari pembukaan perhelatan budaya terbesar masyarakat Dayak di Kabupaten Melawi itu.
Meski hujan sempat mengguyur kawasan stadion, semangat masyarakat tidak surut. Warga tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga pembukaan resmi yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 18 kali oleh Lasarus.
Dalam sambutannya, Lasarus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Dayak, untuk terus mengembangkan kemampuan diri agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif.
Menurutnya, kemajuan tidak akan tercapai jika seseorang hanya merasa nyaman dengan lingkungan yang ada tanpa berupaya melihat peluang yang lebih luas di luar daerahnya.
“Saya masih ingat pesan Pak Cornelis, teriak kau kencang, tapi usahakan kedengaran dari luar. Kalau tidak kedengaran dari luar, kau seperti katak dalam tempurung,” ujar Lasarus.
Ia menjelaskan bahwa pesan tersebut bukan untuk merendahkan siapa pun, melainkan sebagai motivasi agar generasi muda Dayak memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas diri.
“Jangan hanya merasa hebat di lingkungan sendiri. Kita harus terus belajar, menambah pengalaman, meningkatkan pendidikan, dan berani menunjukkan kemampuan di tingkat yang lebih luas,” katanya.
Lasarus menegaskan bahwa masyarakat Dayak memiliki potensi besar untuk meraih berbagai prestasi apabila didukung dengan pendidikan, disiplin, dan kerja keras. Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan masa muda untuk kegiatan yang positif dan produktif sebagai bekal menghadapi masa depan.
Sementara itu, Ketua Panitia Gawai Dayak Kabupaten Melawi XVIII, Saleh Tapa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Lasarus terhadap pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lasarus atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Gawai Dayak Melawi. Bantuan yang beliau berikan sangat membantu panitia dalam menyukseskan kegiatan tahun ini,” ujar Saleh.
Ia berharap Gawai Dayak tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat persatuan dan memotivasi generasi muda Dayak untuk terus berprestasi serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.












