Jalan Simpang Kebong – Kec . Dedai Kabupaten Sintang Hancur Lebur, Disinyalir karena Overload-nya Angkutan TBS PT. BSL

Jalan hancur, PT. Bumi Sentosa Lestari di bawah Gunas Grup abaikan penderitaan warga

Sintang, 2 Januari 2025 – Jalan yang menghubungkan Simpang Kebong ke Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Rusaknya jalan tersebut disinyalir terutama akibat beban truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari PT Bumi Sentosa Lestari (BSL) yang melintas setiap harinya, mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan.

Setidaknya, 6 hingga 10 truk pengangkut sawit milik PT BSL melewati jalan tersebut setiap hari. Dari Pantauan Media ini, truk-truk pengangkut TBS PT. BSL mengisi muatan yang melebihi daya beban jalan. Akibatnya, kini banyak titik jalan sepanjang Kebong – Dedai hancur lebur dan berlubang-lubang besar. Warga setempat mengeluhkan bahwa kondisi ini mempersulit akses mereka, khususnya bagi kendaraan roda empat atau pun truk pengangkut kebutuhan pokok dari Sintang yang ingin menuju Kecamatan Dedai atau sebaliknya.

“Jarak yang biasanya hanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam kini bisa sampai 3 jam bahkan lebih, kondisi jalan sangat buruk. Bahkan banyak kendaraan yang sering terperosok atau tumbang akibat lumpur dan lubang dalam,” ujar Anton salah satu warga Kec. Dedai.

Masyarakat juga mengeluhkan kurangnya perhatian dari PT. BSL yang dianggap tidak bertanggung jawab dalam perawatan jalan yang rusak akibat aktivitas operasional mereka. “PT. BSL ini hanya mau pakai jalan saja, ini jalan negara/Pemda yang mestinya mereka bersyukur pihak PT bisa gunakan. Harusnya mereka rawat paling tidak agar berfungsi dengan normal. Ini kita yang bayar pajak mereka yang merusak. Ibarat makan nangka, nangka punya kita mereka yang makan, kulit dan getahnya dikasi kita” kata salah satu Kepala Desa di Wilayah Dedai yang tidak mau disebutkan namaya. Lebih lanjut, pemerintah daerah juga dinilai tidak memberikan solusi yang memadai maupun memberikan teguran kepada pihak perusahaan.

Anak-anak sekolah di Desa Penyak Lalang dan desa-desa sekitar pun sangat terhambat dalam perjalanan mereka ke sekolah. Jalan yang dipenuhi lumpur dan lubang dalam membuat perjalanan mereka semakin berbahaya, terutama saat musim hujan.

Sementara itu, warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menangani permasalahan ini dan memastikan bahwa PT. BSL bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang disebabkan oleh operasional mereka. Masyarakat pun mendesak agar pemerintah melakukan perbaikan jalan yang lebih serius dan segera memberi solusi jangka panjang guna menghindari dampak yang semakin parah. “Harga barang jadi mahal, bawa hasil kebun dari desa-desa pun kita sangat kesulitan, sangat berbahaya kondisi jalan ini” kata Hendro salah satu warga Desa di Kecamatan Desai.

Salah satu Tokoh Pemuda Kecamatan Dedai mengancam akan menutup akses jalan bagi PT. BSL jika sampai beberapa minggu kedepan terus terjadi pembiaran terhadap kondisi jalan tersebut. “Kalau begini terus bagusnya kita sepakati saja dengan belasan desa yang melewati jalan ini. Kita stop saja truk-truk PT BSL yang mengangkut TBS. Tutup jalan khusus aktivitas mereka” kata Tokoh muda yang tak mau menyebutkan namanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *