Lasarus Tinjau Langsung Lokasi Banjir–Longsor di Tapanuli Tengah, Pastikan Infrastruktur Segera Dipulihkan

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Selasa, 10 Desember 2025. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, proses evakuasi, serta rencana pemulihan infrastruktur berjalan cepat dan tepat sasaran.

Di lokasi, Lasarus melihat langsung dampak kerusakan yang sangat parah, salah satu penyebab kerusakan tersebut adalah material kayu yang dibawa arus air, termasuk satu pohon besar yang sudah tumbang dan terseret arus banjir, yang posisinya tepat di belakang dirinya saat peninjauan berlangsung. Akses jalan utama dilaporkan masih terputus dan berpotensi kembali tergerus bila hujan susulan terjadi. Longsoran disebut berasal dari arah perbukitan, sementara kondisi sungai mengalami pendangkalan ekstrem dari sebelumnya sekitar 8 meter kini hanya tersisa sekitar 1 meter, sehingga sangat rawan memicu banjir ulang di permukiman warga.

Lasarus juga menyaksikan langsung hamparan lahan pertanian warga yang semula merupakan sawah puluhan hektare, kini berubah menjadi bentangan pasir, batu, dan lumpur. Di sejumlah titik terlihat tumpukan kayu-kayu yang terbawa arus banjir dari perhuluan sungai.

“Kita memastikan seluruh infrastruktur yang hancur ini bisa segera diperbaiki. Ini di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Sekarang kita lihat, longsornya dari arah bukit sana datang. Ada pohon besar tumbang juga. Posisi jalan ini saya dapat informasi dari Kepala Basarnas, ada yang masih putus di depan dan kemungkinan masih bisa tergerus kembali, sehingga sangat berbahaya bagi seluruh rombongan,” ujar Lasarus di lokasi.

Dalam peninjauan tersebut, Lasarus didampingi Bupati Tapanuli Tengah, Kepala Basarnas, Dirjen Bina Marga, serta Dirjen Sumber Daya Air. Ia menegaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah keselamatan tim dan masyarakat serta proses evakuasi yang dikoordinasikan oleh Basarnas. “Operasi pencarian dan pertolongan masih berjalan. Kami memastikan evakuasi oleh Basarnas dan selanjutnya mitigasi bencana serta pemulihan infrastruktur. Kondisi ini sudah di luar kemampuan daerah. Saya minta dibuatkan timeline, tapi keselamatan tim harus jadi prioritas. Jangan sampai proses mitigasi ini menimbulkan korban baru,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *