SINTANG – Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Dedai, Kelam Permai, dan Sungai Tebelian, Sebastian Jaba kembali menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses listrik di wilayah pedesaan yang dinilai belum merata. Ia menilai pemerataan infrastruktur energi menjadi hal penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.
Menurut Sebastian Jaba, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terjangkau layanan listrik secara optimal. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama, mengingat listrik memiliki peran vital dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, baik untuk penerangan, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi,” ujarnya, Kamis (1/4/2026).
Ia menyampaikan bahwa urusan kelistrikan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, ia tetap berharap agar persoalan ini dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan, khususnya bagi wilayah-wilayah yang hingga kini masih belum terlayani secara maksimal.
“Kami memahami bahwa kewenangan kelistrikan berada di pemerintah pusat. Namun demikian, harapan kami agar wilayah-wilayah yang masih tertinggal dapat menjadi perhatian, sehingga pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Sebastian Jaba menilai keterbatasan akses listrik tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap proses belajar anak-anak serta peluang pengembangan usaha masyarakat di pedesaan. Oleh karena itu, ia mendorong adanya percepatan dan sinergi lintas pihak agar pembangunan jaringan listrik dapat segera menjangkau wilayah yang masih belum terlayani.
Kepala Desa Mandiri Jaya, Florensius Along, membenarkan bahwa di wilayahnya masih terdapat dusun yang belum teraliri listrik PLN. Ia menyebutkan Dusun Sungai Manyam Kapuas 1, Sungai Manyam Kapuas 2, Sungai Manyam Kapuas 3, serta Dusun Pintas hingga kini belum menikmati layanan listrik, sementara Dusun Ujung Kulan dan Keladan Jaya sudah terlayani.
“Sekitar 250 kepala keluarga di desa kami masih belum menikmati listrik PLN. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan genset dan panel surya untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa usulan pembangunan jaringan listrik telah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dan diharapkan dapat segera terealisasi dalam program pembangunan ke depan.
Menutup pernyataannya, Sebastian Jaba menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pemerataan pembangunan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.












