Agustinus Soroti Urgensi Penanganan Kemacetan di Lintas Melawi Sintang

SINTANG – Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Fraksi PDI Perjuangan, Agustinus, menyampaikan dukungan terhadap upaya penanganan kemacetan di ruas Jalan Lintas Melawi. Dukungan tersebut mencakup rencana pelebaran jalan dan pembangunan jembatan baru yang didorong Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.

Menurut Agustinus, persoalan kemacetan di kawasan tersebut bukan hal baru dan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Kondisi ini semakin terasa seiring meningkatnya jumlah kendaraan, sementara kapasitas jalan dinilai belum mampu mengimbangi volume lalu lintas yang terus bertambah.

Ia menjelaskan, Jalan Lintas Melawi memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas harian. Namun, keterbatasan lebar jalan menyebabkan kepadatan kerap terjadi, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Agustinus mengungkapkan, kemacetan paling sering terjadi pada jam-jam sibuk, yakni pagi hari sekitar pukul 06.30 hingga 08.00 WIB saat masyarakat berangkat kerja dan mengantar anak ke sekolah. Kemudian, pada siang hari sekitar pukul 12.00 hingga 13.30 WIB saat jam istirahat sekolah dan kantor, serta sore hari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ketika masyarakat kembali dari aktivitas kerja.

“Pada jam-jam tersebut, arus kendaraan meningkat signifikan sehingga sering terjadi antrean panjang. Ini perlu menjadi perhatian serius dalam perencanaan penanganan,” ujarnya.

Ia menilai, rencana pelebaran jalan merupakan solusi yang tepat untuk menjawab persoalan yang ada saat ini. Selain itu, pembangunan jembatan tambahan juga dinilai penting untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan secara lebih optimal.

Lebih lanjut, Agustinus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga akan mendukung distribusi barang serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Di samping itu, ia juga menyoroti pentingnya langkah jangka pendek melalui pengaturan lalu lintas. Rekayasa arus kendaraan, menurutnya, dapat menjadi solusi sementara guna mengurangi kemacetan sambil menunggu pembangunan fisik direalisasikan.

Agustinus menambahkan, keberhasilan program penanganan kemacetan ini sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak, termasuk dalam proses pembebasan lahan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama agar rencana tersebut dapat berjalan lancar.

Ia berharap, langkah yang telah diinisiasi dapat segera masuk ke tahap pelaksanaan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kelancaran mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sintang.

Editor: PRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *