SINTANG – Aksi penyegelan Kantor Camat Ketungau Tengah oleh warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Seberang masih berlanjut hingga pertengahan April 2026. Langkah tersebut menjadi bentuk tekanan masyarakat agar pembangunan Jembatan Ketungau II segera direalisasikan secara nyata.
Aksi ini menunjukkan masih adanya ketidakpuasan di tengah masyarakat, meskipun pemerintah daerah disebut telah menyampaikan komitmen terkait kelanjutan pembangunan. Dalam perkembangannya, dinamika di internal kelompok warga juga terlihat belum sepenuhnya solid.
Sekretaris Camat Ketungau Tengah, Markarius, mengungkapkan bahwa komunikasi antara berbagai pihak sebenarnya telah berlangsung. Namun, di lapangan masih terdapat perbedaan sikap yang menyebabkan penyegelan belum juga dibuka.
“Koordinator lapangan sempat menyampaikan agar segel dibuka, tetapi ada sebagian warga yang tetap bertahan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa tuntutan yang berkembang cenderung mengalami perubahan. Menurutnya, setiap kesepakatan yang telah dicapai seringkali diikuti dengan munculnya permintaan baru dari kelompok masyarakat.
Pemerintah daerah sendiri, lanjutnya, telah mulai menunjukkan langkah konkret dengan menyiapkan material sebagai bagian dari rencana pembangunan jembatan. Bahkan, skema pekerjaan awal pun telah disusun, termasuk opsi pembangunan titian sementara untuk akses masyarakat.
Meski demikian, realisasi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait spesifikasi material yang diperlukan.
Di sisi lain, hingga kini belum ada kepastian keterlibatan pihak perusahaan dalam mendukung pembangunan tersebut. Pemerintah disebut akan memprioritaskan penanganan awal sebelum melibatkan pihak lain.
Situasi ini masih terus dalam tahap negosiasi, dengan harapan adanya titik temu antara masyarakat dan pemerintah dalam waktu dekat.












