Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, kembali menyoroti tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan dalam negeri yang dinilai lebih mahal dibandingkan sejumlah rute internasional. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas kesiapan infrastruktur serta layanan transportasi menjelang mudik Lebaran 2026, Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam rapat tersebut, Lasarus mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait mahalnya tarif tiket pesawat, khususnya untuk rute domestik.
“Kami mendapatkan banyak keluhan soal kemahalan tiket, terutama tiket angkutan udara. Bahkan tiket domestik di Indonesia sangat mahal, lebih mahal daripada saat kita terbang ke luar negeri. Ini aneh bin ajaib,” kata Lasarus.
Ia menjelaskan, dirinya sempat mengecek harga tiket melalui aplikasi Traveloka. Dari hasil pengecekan tersebut, untuk rute Jakarta–Manado pada 17 Maret 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia, harga tiket sekali jalan tercatat sekitar Rp11 juta. Sementara itu, tiket Jakarta–Jayapura bahkan mencapai kisaran Rp15,7 juta untuk satu kali perjalanan.
Menurut Lasarus, angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan sejumlah rute internasional dari Jakarta. Ia menyebut harga tiket Jakarta–Kuala Lumpur berkisar Rp8 juta, Jakarta–Singapura sekitar Rp9 juta, dan Jakarta–Bangkok sekitar Rp13 juta.
“Memang ada kecenderungan penerbangan dalam negeri lebih mahal dibandingkan penerbangan ke luar negeri. Ini agak aneh,” ujarnya.
Lasarus menilai mahalnya tarif penerbangan domestik disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah masih adanya pajak barang mewah yang dikenakan pada tiket pesawat. Ia menyebut beberapa maskapai pernah menyampaikan kepada DPR bahwa penerbangan di Indonesia masih dikategorikan sebagai barang mewah sehingga dikenakan pajak tersebut.
“Padahal hari ini naik pesawat sudah digunakan oleh semua orang, tidak lagi kategori barang mewah,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti tingginya biaya suku cadang pesawat yang masih dikenakan pajak serta mahalnya harga bahan bakar avtur. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi tingginya harga tiket pesawat di Indonesia.
Karena itu, Lasarus meminta pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mencari formula yang tepat guna menekan harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Saya rasa harus ada rumusnya, Pak Menteri Perhubungan, untuk dicarikan jalan keluar soal kemahalan tiket ini. Kalau tidak, kita akan terus berkutat di sini. Kasihan rakyat kita karena mereka mendapat perlakuan berbeda dibandingkan negara tetangga,” tegasnya.
Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang menurutnya memiliki harga tiket penerbangan domestik jauh lebih murah.
“Di Malaysia jauh lebih murah, di Bangkok juga jauh lebih murah. Di Indonesia sangat mahal, bahkan lebih mahal daripada saat kita terbang ke luar negeri. Ini aneh bin ajaib,” pungkasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi serta sejumlah perwakilan lembaga terkait, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.












