Miris, Ibu Hamil di Sintang Bersalin Darurat dalam Pikap Akibat Jalan Hancur, Avanza Masuk Desa: “Pengampor”

Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Akibat Kondisi Jalan Rusak Parah di Sintang

Sintang – Seorang ibu hamil, Ibu Tika, terpaksa melahirkan di dalam mobil pikap saat dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat kondisi jalan yang rusak parah. Kejadian ini terjadi ketika Ibu Tika dibawa dari kampungnya di Desa Tembawang Muntai, SKPH SP 4, Kecamatan Sepauk, menuju salah satu rumah sakit di Sintang karena sudah mendekati waktu persalinan.

Menurut laporan, sepanjang perjalanan, mobil yang membawa Ibu Tika mengalami guncangan keras akibat jalan yang berlubang sepanjang perjalanan dan kemudian mengalami amblas di titik jalan yang makin rusak parah. Kondisi ini memaksa Ibu Tika untuk melahirkan di dalam mobil pikap sebelum tiba di rumah sakit. Meskipun dalam situasi yang tidak ideal, baik Ibu Tika maupun bayinya selamat.

Kepala Desa Tembawang Muntai, Andi Rismanto, mengungkapkan bahwa jalan poros Manis Raya – Sekujam Timbai, yang menghubungkan tujuh desa, termasuk Desa Manis Raya, Buluh Kuning, Serang Setambang, Tembawang Muntai, Tawang Sari, Sekujam Timbai, dan Desa Nang Layung, telah puluhan tahun tidak mengalami perbaikan.

“Jalan ini sangat menyusahkan masyarakat, bukan hanya dalam hal ekonomi yang membuat harga barang mahal saat membeli dan murah saat menjual hasil alam, tetapi juga membahayakan keselamatan manusia,” ujar Andi Rismanto.

Budi Tariu, salah satu warga Sepauk, menyayangkan kejadian tersebut. “Kami bersyukur ibu dan bayinya selamat, karena dalam kondisi seperti itu sangat mungkin terjadi kegagalan persalinan yang membahayakan nyawa. Saya berharap pemerintah daerah Kabupaten Sintang melihat penderitaan rakyat dan menanggapi serius masalah ini,” kata Budi.

Ia juga meminta pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan di Sintang, yang dalam beberapa tahun terakhir menempati peringkat terburuk dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Barat.

Kejadian ini kembali membuka mata publik betapa buruknya infrastruktur jalan di Sintang yang tidak hanya menuju ke wilayak Kecamatan Sepauk, tetapi juga mengalami hal serupa ke kecamatan lain seperti menuju Ketungau, Kayan, Dedai, Tempunak, terlebih Serawai dan Ambalau. Kondisi tersebut tentu tidak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Tidak sedikit orang yang mau berobat terhalangi oleh hancurnya infrastuktur jalan sehingga harus dipikul atau mengalami nasip seperti Ibu Tika di atas. Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah Kabupaten Sintang. Bupati Sintang Jarot Winarno yang sebentar lagi akan usai masa jabatanya belum ada tanda-tanda memberi solusi terhadap buruknya infrastruktur jalan sesuai janji kampanyenya. Dua periode kepemimpinan Jarot sepertinya dievalusi secara real oleh kejadian ini, “Avanza masuk desa” yang sering ia dengungkan adalah isapan jempol belaka atau dalam bahasa daerah sintang disebut “pengampor”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *