Berita  

Sintang Alami 7 Kali Gempa Sejak 2019, BMKG Ungkap Karakteristiknya

SINTANG – Aktivitas gempa bumi di Kabupaten Sintang menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi tujuh kali gempa sejak tahun 2019 hingga 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian, Dharmawan Wahyu Adhi, menjelaskan bahwa kejadian gempa pertama tercatat pada 27 Maret 2019 di wilayah Kelam Permai. Selanjutnya, gempa juga terjadi di Ketungau Hilir pada Februari 2020.

Memasuki tahun 2026, frekuensi gempa tercatat meningkat dengan lima kejadian yang tersebar di wilayah Kelam Permai dan Kayan Hilir. Data ini menunjukkan bahwa wilayah Sintang memiliki aktivitas seismik yang perlu diperhatikan secara serius.

Dharmawan mengungkapkan bahwa gempa yang terjadi di Sintang umumnya tergolong dalam kategori gempa menengah, dengan kekuatan berkisar antara 3 hingga 5 Skala Richter. Selain itu, gempa yang terjadi juga termasuk gempa dangkal yang berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak gempa dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik gempa menjadi penting sebagai dasar mitigasi bencana.

BMKG sendiri telah memiliki titik pengamatan di wilayah Sintang, sehingga informasi gempa dapat disampaikan kepada masyarakat dalam waktu relatif cepat, yakni sekitar tiga menit setelah kejadian.

Dharmawan menambahkan bahwa potensi gempa susulan tetap harus diwaspadai. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dengan adanya data dan pemantauan yang terus dilakukan, diharapkan masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang lebih tepat dalam menghadapi potensi bencana gempa di masa mendatang.

Editor: PRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *