Yohanes Rumpak Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Aksi Senin Besok

SINTANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menghadiri jumpa pers yang digelar di Pendopo Bupati Sintang pada Minggu (29/3/2026) pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Wakil Bupati Florensius Ronny, serta sejumlah unsur terkait.

Jumpa pers ini dilaksanakan menyusul dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait persoalan antara pihak PT LJA dan pihak Agustinus Cs. Permasalahan tersebut sebelumnya telah melalui proses mediasi yang difasilitasi pemerintah daerah, namun hingga saat ini belum mencapai titik kesepakatan bersama.

Seiring kondisi tersebut, masyarakat berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (30/3/2026) untuk menyampaikan aspirasi. Pemerintah daerah bersama unsur terkait pun mengimbau seluruh pihak agar menyikapi situasi ini secara bijak, dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana yang kondusif di Kabupaten Sintang.

Dalam kesempatan itu, Yohanes Rumpak menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi yang aman dan damai.

“Kita semua sepakat mendukung pemerintahan yang ada. Dukungan itu diwujudkan dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak demokrasi yang dijamin oleh undang-undang. Namun demikian, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan aturan serta dilakukan secara tertib dan damai agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Lebih lanjut, Yohanes Rumpak mengingatkan agar peserta aksi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ia menegaskan tidak boleh ada tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak.

“Kita memiliki adat istiadat yang menjunjung tinggi kedamaian. Tidak boleh ada tindakan yang dapat menimbulkan kerugian di antara kita,” tegasnya.

Sejalan dengan pandangan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), ia juga mengimbau agar aksi diikuti oleh pihak-pihak yang memahami substansi persoalan.

“Bagi yang belum memahami persoalan secara utuh, sebaiknya tidak perlu ikut. Berikan ruang kepada yang memahami agar aspirasi yang disampaikan lebih terarah,” tambahnya.

Ia turut menyampaikan keyakinannya bahwa aparat keamanan akan menjalankan tugas secara profesional sesuai prosedur. Sinergi antara masyarakat dan aparat diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif.

Di akhir penyampaiannya, Yohanes Rumpak berharap ruang dialog masih terbuka sebelum aksi berlangsung. Ia menilai komunikasi yang baik dapat menjadi solusi terbaik agar persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa mengganggu stabilitas daerah.

Editor: PRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *