SEKADAU – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menghadiri pelantikan secara adat CEO Credit Union (CU) Keling Kumang periode 2026–2031 yang digelar melalui ritual Gawai Sandau Ari di Rumah Betang Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut menandai pengukuhan Hilarius Gimawan sebagai CEO CU Keling Kumang yang baru. Prosesi berlangsung khidmat dengan nuansa adat Iban yang kental, sekaligus menjadi momentum penting bagi keberlanjutan kepemimpinan lembaga keuangan berbasis masyarakat tersebut.
Yohanes Rumpak yang hadir dalam acara tersebut bukan sosok asing bagi CU Keling Kumang. Ia pernah menjadi bagian penting dari lembaga tersebut dan diketahui pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada periode 2006 hingga 2016. Pada masa kepemimpinannya, ia menempati posisi strategis di puncak organisasi dan berperan dalam memperkuat fondasi serta pengembangan CU Keling Kumang hingga menjadi seperti saat ini.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi Yohanes Rumpak dalam memahami dinamika serta perkembangan koperasi kredit tersebut, sekaligus menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan lembaga yang telah lama ia besarkan.
Dalam sambutannya, Yohanes Rumpak menyampaikan ucapan selamat kepada Hilarius Gimawan atas amanah yang diberikan. Ia menilai kepemimpinan baru ini merupakan kelanjutan dari fondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya.
“Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada Hilarius Gimawan yang terpilih menjadi CEO Keling Kumang untuk periode 2026 sampai 2031. Ini adalah sebuah mandat besar. Pondasi yang ada saat ini sudah sangat kuat, tinggal dilanjutkan dan diperkuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap CU Keling Kumang sudah sangat tinggi. Hal tersebut menjadikan lembaga ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya di wilayah operasionalnya.
“Dari segi kepercayaan masyarakat sudah sangat kuat. Ini adalah mitra strategis pemerintah daerah di kabupaten-kabupaten tempat CU Keling Kumang berada. Secara sistem, SDM, organisasi, dan lingkungan kerja sudah jauh lebih matang dan sangat mumpuni untuk terus mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Rumpak juga menyoroti pelaksanaan ritual adat Gawai Sandau Ari yang menurutnya memiliki nilai spiritual tinggi dan jarang dilaksanakan. Ia menilai ritual tersebut sebagai bentuk perlindungan adat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam organisasi.
“Hari ini kita menyaksikan ritual adat Sandau Ari, sebuah tradisi Iban yang sangat jarang dilakukan, namun memiliki nilai spiritual yang tinggi. Ini menjadi bagian dari mitigasi agar ke depan seluruh elemen masyarakat, anggota, staf, hingga pengurus dan CEO mendapat perlindungan secara adat dan spiritual,” jelasnya.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa CU Keling Kumang semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sekali lagi selamat. Kita dukung dan kita berharap Keling Kumang dapat terus terbang tinggi dan semakin maju ke depan,” tutupnya.












