Gempa M 5,0 Guncang Kayan Hilir Sintang, Puluhan Rumah Warga Desa Nyangkom Rusak

SINTANG – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 03.04 WIB. Getaran gempa yang terjadi pada dini hari tersebut menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Nyangkom mengalami kerusakan.

Kepala Desa Nyangkom, Albertus Herkolanus, membenarkan bahwa gempa tersebut cukup terasa oleh warga, terutama di wilayah Dusun Mawang. Ia mengatakan sebagian warga bahkan terbangun dari tidur karena guncangan terjadi saat dini hari.

“Memang benar gempa tersebut cukup terasa oleh warga Desa Nyangkom, khususnya di wilayah Dusun Mawang,” ujar Albertus.

Berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, terdapat empat rumah warga di Dusun Mawang yang mengalami kerusakan parah. Rumah tersebut masing-masing milik Yonatos, Yanyanti, Nikolaus Buyunn, dan Imron.

Selain itu, sebanyak 32 rumah warga lainnya dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Kerusakan yang terjadi umumnya berupa retakan pada dinding rumah, sebagian tembok yang roboh, serta kerusakan pada beberapa bagian bangunan akibat getaran gempa.

Rumah warga yang mengalami kerusakan ringan antara lain milik Paulus, Toni, Mat Diman, Rrondot, Ervin, Markus, Najuri, Henok Sumardi, Yonatan, Gili, F. Umen, Iwan Suriadi, Kuis Dona, Matius, Sana K, Petrus Ompen, Randai, Fahmizan, Sadion, Rupinus, Final, Ason, Main, Rupa, Fahrizal, Yason, Yohanes Hengki, Jafit, Lotianus, Efendi, dan Misael.

Selain di Dusun Mawang, satu rumah warga di Dusun Obak juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Rumah tersebut diketahui milik Andreas.

Albertus mengatakan pemerintah desa saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak gempa untuk memastikan jumlah kerusakan secara menyeluruh.

“Pemerintah desa masih melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan. Data tersebut nantinya akan kami laporkan dan koordinasikan dengan pemerintah kecamatan maupun kabupaten untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia berharap adanya perhatian serta dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar warga yang rumahnya mengalami kerusakan dapat segera memperoleh bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.

Meski menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah warga, Albertus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Desa Nyangkom sendiri memiliki lima dusun, yakni Dusun Nyangkom Hulu, Dusun Nyangkom Hilir, Dusun Obak, Dusun Keranjik, dan Dusun Mawang. Dari empat dusun tersebut, kerusakan rumah warga paling banyak dilaporkan terjadi di Dusun Mawang. Sementara itu di Dusun Obak terdapat satu rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedangkan di Dusun Nyangkom dan Dusun Keranjik warga hanya merasakan getaran gempa tanpa adanya laporan kerusakan bangunan.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena sumber gempa berada di daratan.

Analisis BMKG juga menyebutkan bahwa gempa tersebut berpusat di daratan dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 0,04 derajat Lintang Selatan dan 111,91 derajat Bujur Timur yang berada di wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada serta memastikan kondisi rumah masing-masing dalam keadaan aman setelah terjadinya gempa.

Editor: Pardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *