Kades Nyangkom Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla di Musim Kemarau

SINTANG – Memasuki periode musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Desa Nyangkom mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Nyangkom, Albertus Herkolanus, sebagai langkah antisipasi dini guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merugikan masyarakat luas.

Albertus Herkolanus menjelaskan bahwa wilayah Desa Nyangkom termasuk kawasan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap karhutla. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis desa yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit, baik milik perusahaan maupun milik warga. Situasi tersebut membuat potensi penyebaran api menjadi lebih cepat apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan api, terutama saat membuka lahan. Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara membakar masih dapat dilakukan sepanjang memenuhi ketentuan dan dilakukan secara bertanggung jawab.

“Setiap kegiatan pembakaran harus diawasi dengan ketat. Pastikan api benar-benar padam setelah selesai, dan tidak meninggalkan sisa bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya. Rabu, 25 Maret 2026.

Selain itu, Albertus juga mengapresiasi kebiasaan masyarakat Desa Nyangkom yang selama ini mengedepankan komunikasi sebelum melakukan pembakaran lahan. Warga umumnya saling memberi informasi kepada lingkungan sekitar, bahkan turut bergotong royong menjaga agar api tidak meluas ke area lain.

Menurutnya, budaya kebersamaan tersebut merupakan salah satu kekuatan dalam upaya pencegahan karhutla yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan warga yang beraktivitas di kawasan hutan, termasuk saat mencari ikan di musim kemarau, untuk lebih berhati-hati ketika menyalakan api. Api yang digunakan untuk memasak atau beristirahat harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama dalam kondisi masih menyala, karena dapat menjadi pemicu kebakaran.

Melalui imbauan ini, Pemerintah Desa Nyangkom berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Upaya pencegahan karhutla dinilai menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga keselamatan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan di wilayah desa.

Editor: PRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *