SINTANG – Pemerintah Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, terus berupaya melestarikan kerajinan tradisional tenun ikat kain pantang yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat setempat. Kerajinan tersebut hingga kini masih dipertahankan oleh para penenun di desa sebagai bentuk menjaga adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur secara turun-temurun.
Kepala Desa Umin Jaya, Hamir Matius, mengatakan Desa Umin Jaya dikenal sebagai salah satu desa yang masih kuat memegang adat dan budaya, khususnya dalam menjaga tradisi menenun kain pantang. Menurutnya, motif serta pewarnaan pada kain tenun tersebut tetap dipertahankan sesuai dengan warisan budaya yang telah ada sejak lama.
“Desa Umin Jaya merupakan salah satu desa yang masih kuat menjaga adat budaya, khususnya dalam melestarikan warisan tenun ikat kain pantang. Kami tetap menjaga motif dan pewarnaannya yang merupakan warisan dari para leluhur,” ujar Hamir Matius saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, kerajinan tenun ikat tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa apabila dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah desa terus mendorong agar para penenun tetap mempertahankan tradisi tersebut sekaligus mengembangkan kerajinan tenun agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Hamir Matius berharap ke depan kain tenun ikat dari Desa Umin Jaya dapat menjadi salah satu produk unggulan desa sekaligus oleh-oleh khas bagi para pengunjung yang datang ke wilayah tersebut.
“Kami berharap setelah para pengunjung datang ke desa kami, mereka juga bisa mencari oleh-oleh khas berupa kain tenun ikat yang dibuat oleh masyarakat Desa Umin Jaya,” katanya.
Ia menambahkan, bagi pengunjung yang ingin melihat atau membeli kain tenun, mereka dapat datang langsung ke galeri tenun yang ada di desa tersebut. Selain itu, wisatawan juga dapat mengunjungi rumah para penenun untuk melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun yang masih dilakukan secara tradisional.
Menurutnya, proses pembuatan kain tenun yang masih dikerjakan secara manual menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Wisatawan dapat menyaksikan secara langsung tahapan menenun hingga kain tersebut siap digunakan.
Selain kerajinan tenun, Pemerintah Desa Umin Jaya juga berencana menggali berbagai potensi lain yang dimiliki masyarakat. Salah satunya dengan mengembangkan makanan khas desa yang nantinya dapat diperkenalkan kepada para pengunjung yang datang.
“Kami juga akan mengembangkan dan menggali makanan khas Desa Umin Jaya agar nantinya bisa dikenal dan dinikmati oleh para pengunjung,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga berencana mendorong penyediaan fasilitas pendukung seperti homestay bagi para pengunjung yang ingin menginap sekaligus menikmati keindahan alam Air Terjun Lepung Iring yang berada di wilayah Desa Umin Jaya.
“Kedepannya kami juga akan mengupayakan adanya homestay, mana tahu ada pengunjung yang ingin menginap sehingga mereka bisa merasakan langsung suasana kehidupan masyarakat di desa kami,” tambahnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Desa Umin Jaya berharap pelestarian budaya lokal seperti tenun ikat kain pantang dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. Selain itu, pengembangan potensi budaya, kuliner, serta wisata alam diharapkan dapat mendorong kemajuan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Umin Jaya.












