Yohanes Rumpak Gaungkan “Revolusi Intelektual” ICDN Sintang untuk Perubahan Nyata

SINTANG – Pelantikan Yohanes Rumpak sebagai Ketua DPD Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang periode 2025–2030 tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga membawa semangat baru yang ia sebut sebagai “revolusi intelektual”.

Dalam sambutannya di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (18/04/2026), Yohanes mengajak seluruh pengurus dan anggota ICDN untuk mulai berpikir berbeda dan berani melakukan perubahan dalam cara berorganisasi maupun berkontribusi bagi daerah.

“Kita perlu melakukan perubahan cara berpikir. Kalau selama ini kita hanya mengikuti, ke depan kita harus menciptakan. Inilah yang saya maksud dengan revolusi intelektual,” ujar Yohanes Rumpak.

Ia menjelaskan bahwa revolusi yang dimaksud bukan dalam arti konflik, melainkan perubahan pola pikir menuju kemajuan. Menurutnya, ICDN harus menjadi organisasi yang produktif dalam menghasilkan ide-ide segar dan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kita tidak boleh stagnan. Dunia berubah cepat, teknologi berkembang, tantangan semakin kompleks. Kalau kita tidak ikut berubah, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Yohanes juga menyinggung pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Ia menilai, peran ICDN sangat strategis dalam membimbing dan membuka ruang bagi anak muda untuk berkembang.

“Kita harus menyiapkan generasi kita. Jangan sampai mereka tertinggal. Kita harus arahkan mereka supaya mampu bersaing dan punya masa depan yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk aktif berdiskusi dan membangun budaya berpikir kritis. Ia bahkan merencanakan berbagai forum diskusi sebagai langkah awal memperkuat peran ICDN.

“Kita mulai dari diskusi kecil, dari ide sederhana. Tapi kalau kita konsisten, ini akan menjadi gerakan besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW ICDN Kalimantan Barat, Heri Saman, menyambut baik semangat perubahan yang dibawa Yohanes. Ia menilai, inovasi dan pemikiran baru sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika pembangunan.

“Kita butuh energi baru, pemikiran baru. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin ICDN Sintang bisa menjadi contoh,” kata Heri.

Dengan semangat revolusi intelektual yang digaungkan, Yohanes Rumpak berharap ICDN Sintang mampu menjadi pelopor perubahan, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam aksi nyata.

“Kita mulai dari diri kita sendiri, dari cara kita berpikir dan bekerja. Kalau itu berubah, maka perubahan besar akan mengikuti,” tutupnya.

Editor: PRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *